Pengertian Serta Contoh Majas Sinekdoke

Contoh Majas Sinekdoke
Ada beragam majas yang dikenal dalam tata bahasa. Salah satunya adalah majas Sinekdoke. Secara sederhana, majas sinekdoke dapat diartikan sebagai majas yang menggunakan kata dengan makna yang menunjukan hal lain di luar kata tersebut. Majas sinekdoke ini terbagi atas dua bagian utama yakni majas sinekdoke pars pro tato yakni gaya bahasa atau majas yang menyebutkan sebagian kecil dari sesuatu untuk menyatakan atau mewakilkan secara keseluruhan. Sementara itu jenis majas sinekdoke yang kedua adalah Totem Pro Parte yang menyebutkan keeluruhan untuk menyatakan sebagian. Untuk lebih memahami keduanya, berikut kami sajikan contoh majas sinekdoke baik itu yang pars pro tato dan juga majas totem pro parte.

Contoh majas sinekdoke pars pro tato antara lain sebagai berikut:

“Hari ini saya belum melihat batang hidung Andi, entah kemana ia pergi. Padahal saya membutuhan bantuannya saat ini.” Kata “batang hidung” merupakan unsur “sebagian” yang mewakili keseluruhan tubuh Andi.

“Sebagai seorang sales barang-barang elektronik, ia memilih penjualan dengan gaya pintu ke pintu. Sulit memang tapi katanya hasilnya lebih baik.” Kata “pintu” merupakan unsur sebagian yang mewakili keseluruhan rumah dari pembeli.

Contoh majas sinekdoke totem pro parte antara lain sebagai berikut:

“Indonesia berkompetisi melawan Thailand besok siang, jangan sampai terlewatkan.” Kata “Indonesia” juga “Thailand” menunjuk pada keseluruhan rakyat kedua Negara tersebut meski pada faktanya yang bermain tentu hanya beberapa atlet yang berasal dari Negara tersebut. Hal ini menujukkan pola keselurhan yang menyatakan sebagian.

“Budi yang budiman itu memang idola pemuda”. Kata “pemuda” di sini menujuk semua orang yang berusia muda, meski pada faktanya si Budi ini hanya disukai beberapa pemuda saja.

“Perempuan Korea memang cantik dan rupawan. Tak ada yang meragukan hal tersebut.” Kata “perempuan korea” menunjuk pada seluruh wanita di korea meski pada faktanya tidak semua wanita korea cantik dan rupawan tetapi kata “perempuan korea” ini menunjuk pada sebagian wanita di sana yang cantik.


“Indonesia telah menyetujui kesepakatan mengenai ekspor tebu ke Negara Malaysia.” Kata “Indonesia” ini sini menunjuk pada pemerintah Indonesia, pola ini merupakan keseluruhan yang menyatakan sebagian.

“Anggota legislatif di negeri ini doyan korupsi!” Kata “anggota legislatif” menunjuk pada keseluruhan anggota Dewan perwakilan Rakyat, meski pada faktanya tidak semua dari mereka terbukti koruptor.

“Yogyakarta memang kota yang sangat ramah.” Kata “Yogyakarta” menunjuk pada semua rakyat di kota tersebut meski harus diakui pasti tidak semua manusia di sana ramah pada orang lain.

“Wanita selalu menyukai pria romantic dengan badan atletis.” Kata “wanita” menggambarkan keseluruhan makhluk berjenis kelamin perempuan meski pada faktanya yang dimaksud adalah sebagian, sebab tidak mungkin semua wanita di bumi ini menyukai tipe pria yang sama, bukan?