Mengenal Unsur Ekstrinsik Drama

Anda penikmat drama? Apakah Anda tahu bahwa di dalam drama terdapat dua hal yang begitu penting dan memiliki pengaruh signifikan pada hasil akhir drama itu sendiri. Dua hal yang dimaksud adalah unsur intrinsik dan juga unsur ekstrinsik drama. Jika pada kesempatan sebelumnya kita sudah membahas apa itu unsur intrinsik, maka pada kesempatan ini kami akan menyajikan sejumlah informasi seputar unsur ekstrinsik. Pada dasarnya, menurut tokoh bernama Tjahyono, unsur ekstrinsik di dalam sebuah karya sastra adalah suatu faktor luar yang kuat mempengaruhi karya sastra itu sendiri. Berdasarkan batasan ini, kita bisa asumsikan bahwa segala sesuatu yang tidak terkait langsung dengan drama tetapi tetap menyumbang warna pada drama tersebut bisa dikategorikan sebagai unsur ekstrinsik. Dengan demikian, cakupan unsur ini sangat luas.

Mengenal Unsur Intrinsik Drama

Sastra merupakan kesenian yang patut untuk dilestarikan. Salah satu medium sastra adalah drama. Ia merupakan karya yang memiliki kekhasannya sendiri, sehingga dengan demikian sangat mudah untuk membedakannya dari karya sastra lainnya seperti prosa pun puisi. Sebagai sebuah karya, drama meliputi berbagai unsur. Ia lahir dari hasil imajinasi uga pikiran dan perasaan. Dalam kesatuan yang utuh, unsur drama dibagi ke dalam dua kelompok besar yakni unsur ekstrinsik dan unsur intrinsik drama. Pada artikel berikut ini, yang menjadi pokok bahasan adalah unsur intrinsik.

Contoh Naskah Drama Terlengkap

Jika Anda paham dunia sastra, pasti Anda sudah mengenal dengan baik apa itu drama. Drama pada dasarnya merupakan lakon yang diperankan oleh aktor. Jika dirunut sejarahnya, drama sebagai salah satu kerja seni ini berasal dari Yunani Kuno. Kata drama sendiri juga diambil dari bahasa Yunani. Drama berasal dari dua kata (Yunani) yang jika dipadankan dalam Bahasa Indonesia, sama dengan “aksi” dan “perbuatan”. Sebagai salah satu karya seni, drama terbilang kompleks sebab melibatkan banyak unsur. Salah satu yang paling penting adalah naskah drama.

Memahami Jenis-jenis Pantun

Khazanah sastra Indonesia tidak lepas dari budaya melayu yang memang, menurut beberapa ahli, merupakan akar muasal perkembangan sastra di nusantara. Meski kini sastra Indonesia telah diwarnai pengaruh lain, namun kebudayaan Melayu seolah telah lebur di dalamnya dan tak akan bisa dipisahkan. Salah satu warisan sastra melayu yang masih bisa kita jumpai dengan mudah adalah pantun. Tak ada definisi baku menganai apa itu pantun. Tapi banyak sastrawan yang menyatakan bahwa pantun tak lain merupakan wujud tradisional dari puisi juga sajak. Sama seperti karya sastra lainnya, pantun ini juga diikat beragam aturan misalnya bunyi akhiran yang seragam, jumlah larik dan juga bait, pembuka dan penutup dan masih banyak lagi lainnya. Aturan ini kemudian berujung pada munculnya jenis-jenis pantun yang didasarkan pada ketentuan dalam menulis pantun itu sendiri. Berikut kami sajikan jenis-jenis pantun yang lazim dikenal dan diajarkan dalam ilmu bahasa.

Beberapa Contoh Pantun Berkait

Secara sederhana, pantun bisa diartikan sebagai sajak lama yang diikat beberapa pakem kuat atau rambu-rambu. Jika aturan tersebut dilanggar, maka status "pantun" sederet kalimat tersebut patut dipertanyakan. Adapun hal yang penting diperhatikan dalam pantun adalah jumlah suku kata, jumlah bait, jumlah larik, konsonan pada akhiran kata tiap penutup dan masih banyak lagi lainnya. Aturan inilah kemudian yang menjadikan varian pantun beragam. Jika didasarkan pada jumlah larik dan bait, maka dikenal setidaknya 4 jenis pantun. Salah satunya (dan yang akan kami bahan pada kesempatan ini) adalah pantun berkait. Sama seperti namanya, patun berkait ini adalah jenis pantun yang disusun secara berangkai dimana bait pertama memiliki hubungan yang jelas dengan bait berikutnya hingga bait penutup. Pantun berangkai ini merupakan jenis pantun yang memiliki bait (biasanya) lebih dari dua. Untuk lebih memahami, silahkan simak beberapa contoh pantun berkait yang kami kutip dari berbagai sumber ini.

Kumpulan Pantun Nasehat Terlengkap

Saling menasehati untuk kebaikan adalah perbuatan mulia. Meski demikian, tindakan ini rawan disalah artikan. Banyak dari kita yang suka "menuduh" orang-orang sok bijak jika ia sudah mulai beraksi dengan kata-kata bijaknya. Sebenarnya di mana letak salahnya? Bukankah nasehat jauh lebih menyenangkan ketimbang kritik? Salah satu kemungkinannnya adalah cara menyampaikan yang kurang tepat, terlalu kaku, mainstreem dan sederet bentuk kurang "cair " lainnya. Nasehat terkadang susah sampai jika Anda tidak pandai menyampaikannya. Hal tersebutlah yang melatarbelakangi kami menyajikan kumpulan pantun nasehat berikut ini. Pantun merupakan nenek moyang puisi. Uniknya, pantun jauh lebih cair sehingga dalam keseharian bisa Anda praktekkan. Silahkan simak contoh berikut ini.

Contoh Pantun Agama Terlengkap

Menyampaikan ajaran agama memang susah-susah gampang. Jika tak mahir, salah-salah Anda akan dicap tukang ceramah, tukang khotbah dan sederet gelar kurang menyenangkan lainnya. Untuk menghindari hal tersebut, tak ada salahnya jika Anda melakukan sedikit inovasi. Salah satu yang terbaik untuk dicoba adalah menyampaikan pesan luhur agama melalui pantun. Pantun merupakan sajak lama yang menekankan pada jumlah larik atau baris dan juga rima atau bunyi konsonan pada setiap akhiran kata penutup per larik. Rima ini, sesuai aturannya, haruslah seragam. Biasanya pantun diawali dengan dua larik pembuka dan dua larik penutup yang berisi maksud sebenarnya. Dalam pantun agama, hal yang sama juga berlaku. Anda harus membukanya dengan beberapa larik pembuka baru kemudian ditutup dengan larik-larik yang berisi dengan pesan yang hendak Anda sampaikan. Baiklah, mungkin Anda kebingungan dengan penjelasan tersebut. Ada baiknya jika Anda mencermati contoh pantun agama yang kami sajikan berikut ini.

Kumpulan Pantun Untuk Guru Terlengkap

Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai pahlawannya. Begitu kira-kira penggalan quote yang sering diperdengarkan di mana-mana. Salah satu pahlawan bangsa adalah guru. Ia berjasa dalam memajukan bangsa melalui pendidikan. Mengajar siswa bukan perkara yang gampang. Dibutuhkan dedikasi yang tinggi serta komitmen yang kuat. Karena itu, menjadi guru tidaklah semudah yang dibayangkan. Guru selalu dijuluki Pahlawan Tanpa Tanda Jasa karena pengabdian mereka memang tak akan bisa dihargai dengan sejumlah uang. Jika Anda masih berstatus sebagai seorang murid, tak ada salahnya menghadiahi guru di sekolah dengan pantun. Meski terkesan sepele, tapi jika disampaikan dengan tulus, pantun tersebut akan menjadi hadiah bernilai bagi mereka. Berikut kami sajikan kumpulan pantun untuk guru terlengkap yang kami kutip dari berbagai sumber.