
Majas
atau bahasa merupakan gaya bertutur yang tak biasa. Meski belum ada
defenisi yang jelas, namun para pakar bahasa telah sepakat bahwa ada
banyak jenis majas dan secara umum dikelompokkan ke dalam 4 pembagian
besar: majas perbandingan, majas pertentangan, majas penegasan dan majas
sindiran. Sebagai sebuah gaya bahasa, majas ini biasa digunakan dalam
keseharian masyarakat dan lebur dalam pembicaraan sehari-hari. Dalam
konteks lain, majas juga digunakan dalam berbagai tulisan baik itu non
fiksi maupun fiksi. Untuk kelompok fiksi, baik itu cerpen, cerbung,
novel, roman atau karya prosa lainnya, sangat mudah mengidentifikasikan
majas. Bagaimana dengan puisi? Majas dalam puisi juga hal yang
lazim. Hal tersebut karena memang puisi adalahsalah satu karya sastra
yang menggunakan hal lain untuk menyatakan maksud. Untuk memahami majas
dalam puisi, simak penjelasan lebih lanjut di bawah ini.